Penjelasan Meme dan karya sesuia jurnalistik.
Nicholas Wilvain Silalahi
PB 5F
Meme
adalah an idea, behavior, style, or usage that spreads from person to person
within a culture, atau sebuah ide, perilaku, gaya, atau sesuatu yang
penggunaannya disebarkan dari orang ke orang dalam suatu karakter budaya. Kata
meme (dibaca mim) diambil dari bahasa Yunani mimesis, yang berarti sesuatu yang
menyerupai atau tiruan.
Istilah
meme pertama kali digunakan oleh Richard Dawkins, seorang ahli biologi dari
Britania Raya, pada tahun 1976 dalam bukunya yang berjudul The Selfish Gene.
Dawkins menggunakan istilah meme untuk menjelaskan bagaimana prinsip Darwinian
(pengikut teori Darwin) dalam menyebarkan informasi atau fenomena budaya.
Dawkins
memberi contoh meme dalam bentuk nada, susunan kata, kepercayaan, gaya
berpakaian, dan perkembangan teknologi. Meme dapat menyebar dan dapat
mempengaruhi objek atau orang lain karena adanya replikasi dari meme-meme
sebelumnya.
Meme
sebenarnya memiliki banyak tujuan. Meme yang banyak beredar di internet
kebanyakan adalah meme yang bersifat lucu dan meme yang bernada satir. Meme
juga biasanya menampilkan karakter tersendiri yang dapat mengekspresikan
perasaan tertentu. Meme juga bukanlah sekedar gambar yang diberikan tulisan. Meme
dapat dikatakan sebuah fenomena tersendiri di dunia sosial media. Kehadiran
berbagai jenis sosial media juga mendorong fenomena baru ini berkembang dengan
cepat. Hal ini dikarenakan meme biasanya akan disebarkan melalui sosial media
seperti Twitter, Facebook, Path, 9Gag, dan lain-lain.
Pada
masa kini kebanyakan masyarakat Indonesia membuat meme berasal dari kisah atau
pengalaman pribadi orang itu tersendiri.
Example:
Monumen Nasional (Monas) adalah sebuah ikon dari ibu
kota. Pindahnya ibu kota ini pun lantas membuat netizen membuat meme
menganai pindahnya monas sebagai simbol pindahnya ibu kota. Talenta.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar