Pelebaran Trotoar menjadi Keluhan Masyarakat
Nicholas Wilvain Silalahi
PB 5F
Iwan (28), salah seorang warga Jakarta yang berprofesi sebagai pegawai swasta ini mempertanyakan pelebaran trotoar. Karena, kata dia, hal itu justru menambah macet Jakarta lantaran jalan menjadi sempit, khusunya di tempat diriny bekerja yakni di Jalan prof. DR.satrio.karet.
"Biasanya di jam balik kerja itu macet, ini trotoarnya terlalu besar, apalagi jalan kita sudah diambil busway, terus ini trotoar malah ditambah terlalu besar," keluh Iwan saat di wawancarai, Jumat (1/11/2019).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Perencanaan Prasarana dan Utilitas Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita
"Mengajak masyarakat DKI ,beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal. Maka itu, kata dia, trotoar diperlebar dan jalan dipersempit. karena kalau menggunakan kendaraan pribadi maka macet bertambah, apalagi Jakarta pembangunannya cukup pesat, seperti ada MRT, BRT, LRT, Commuter Line," jelasnya di Kantor ITDP, Jalan Johar, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2019).
Seperti diketahui, Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah membangun trotoar di Wilayah DKI Jakarta sepanjang 80 km. Bahkan, RP 412 miliar digelontorkan untuk mensukseskan proyek tersebut. "Kita ingin masyarakat di Jakarta berjalan kaki senyaman mungkin," katanya. Talenta.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar